Yoshihiko Noda Bagi-bagi Flyer Politik di Stasiun Minami-Funabashi

Sabtu, 19 September 2026 | 16:17:00 WIB
Yoshihiko Noda Bagi-bagi Flyer Politik di Stasiun Minami-Funabashi

SUKSESFINANSIAL.ID — Mantan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda turun langsung ke jalanan untuk membagikan selebaran politik kepada warga di Stasiun Minami-Funabashi. Aksi ini muncul setelah partai oposisi utama Jepang memutuskan membubarkan diri hanya delapan bulan setelah dibentuk. Video aksi Noda pun menyebar cepat di media sosial dan memicu diskusi soal arah baru politik Jepang.

Rekaman yang beredar menunjukkan Noda berdiri di area ramai Stasiun Minami-Funabashi sambil menyerahkan selebaran kepada para komuter. Menurut warganet @amoamo_yukiyuki yang mengunggah video tersebut, aksi itu berlangsung sekitar pukul 07.30 waktu setempat pada Jumat (18/9).

Selebaran yang dibagikan memuat isu-isu lokal, mulai dari asuransi bencana, tunjangan anak, hingga reformasi prefektur. Warganet @MarioNawfal menyebut selebaran itu juga mencantumkan slogan "jangan tinggalkan siapa pun" yang dikaitkan dengan kelompok sentris seperti Aliansi Reformasi Sentris.

Partai Oposisi Bubar Setelah Delapan Bulan

Keputusan pembubaran partai oposisi utama diumumkan Ketua Partai Sentris Junya Ogawa dalam sebuah konferensi pers. Langkah itu diambil menyusul kegagalan partai menantang pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang masih sangat populer.

"Setelah kami menyelesaikan pembayaran yang tertunda, kami akan membubarkan partai ini," kata Ogawa.

Partai tersebut sebelumnya dibentuk secara terburu-buru pada Januari. Tujuannya menggabungkan dua kekuatan utama, yakni Komeito dan Partai Demokratik Konstitusional Jepang, demi membangun gerakan yang lebih kuat melawan Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi.

Kekalahan Telak di Pemilu Februari

Alih-alih menjadi penyeimbang, partai baru itu justru kalah telak dalam pemilu umum Februari lalu. Mereka hanya meraih 49 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat yang berisi total 465 kursi.

Sebaliknya, LDP justru menambah lebih dari 100 kursi hingga mengantongi total 316 kursi. Hasil ini menegaskan dominasi LDP di parlemen sekaligus mengubur ambisi oposisi membentuk blok tandingan yang efektif.

Anggota Diprediksi Bentuk Fraksi Baru

Meski partai runtuh, para anggotanya diperkirakan tetap membentuk fraksi di parlemen. Sebagian diprediksi kembali ke partai lama mereka, sementara yang lain merintis aliansi baru.

Runtuhnya aliansi oposisi ini melengkapi gejolak politik Jepang. Sebelumnya, koalisi 26 tahun antara LDP dan Partai Komeito pecah pada Oktober tahun lalu akibat skandal regulasi dana politik.

Bagi pengamat politik Asia, aksi Noda di jalanan menjadi sinyal bahwa tokoh-tokoh senior masih berusaha menjaga basis pendukung di tengah fragmentasi partai oposisi. Dampaknya terhadap keseimbangan politik Jepang, terutama menjelang agenda legislasi berikutnya, masih akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.

Terkini