FPCI: Global Town Hall 2026 Serukan Perubahan Arah Dunia

FPCI: Global Town Hall 2026 Serukan Perubahan Arah Dunia
FPCI: Global Town Hall 2026 Serukan Perubahan Arah Dunia

SUKSESFINANSIAL.ID — Foreign Policy Community of Indonesia kembali menggelar Global Town Hall, forum dialog internasional yang mempertemukan pemimpin dunia, akademisi, dan generasi muda. Forum tahun ini mengangkat tema Calling for a Global U-Turn, menyoroti melemahnya tatanan internasional berbasis aturan dan melambatnya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Tema yang diusung tahun ini adalah Calling for a Global U-Turn: Recentering Development, Reclaiming Humanity, Restoring Justice in a Crazi(er) World. Judul itu bukan sekadar retorika, melainkan cerminan kegelisahan terhadap arah dunia yang dinilai semakin menjauh dari tatanan berbasis aturan.

Kekhawatiran yang Mendasari Tema

Dalam situs resmi Global Town Hall, penyelenggara menyebut tema tersebut lahir dari kekhawatiran terhadap semakin menipisnya tatanan internasional berbasis aturan. Konflik bersenjata yang meningkat dan penggunaan kekuatan dalam penyelesaian sengketa turut menjadi sorotan.

"Meningkatnya fragmentasi geopolitik dan melambatnya upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," demikian pernyataan penyelenggara.

Sejak pertama kali digelar pada 2020, Global Town Hall telah melibatkan lebih dari 50 ribu peserta dari lebih dari 160 negara. FPCI berharap masyarakat sipil dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong perubahan arah global.

Reformasi PBB Jadi Sorotan

Salah satu tema yang dibahas adalah 'The United Nations We Need'. Sesi ini menghadirkan sejumlah pembicara, termasuk Rebeca Grynspan Mayufis, kandidat Sekjen PBB, hingga Ishaan Shah dari Lead Next Generation Fellow, United Nations Foundation.

Acara itu dipandu jurnalis senior CNN Indonesia Desi Anwar. Diskusi menyoroti besarnya suara reformasi terhadap PBB, namun belum ada perubahan yang terwujud.

Global Town Hall 2026 menegaskan posisi FPCI sebagai penghubung antara diskursus global dan publik Indonesia. Forum ini menjadi pengingat bahwa persoalan dunia bukan hanya urusan negara besar, melainkan juga masyarakat sipil dan generasi muda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index