SUKSESFINANSIAL.ID — Kasus Influenza A pada anak dilaporkan meningkat di sejumlah daerah dan ramai dibicarakan di media sosial. Ibu perlu tahu bedanya dengan flu biasa, gejala yang muncul mendadak, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.
Dokter Spesialis Anak dr. Ardi Santoso menegaskan Influenza A bukan flu atau pilek biasa. Penyakit ini bisa datang mendadak dan menyerang anak dengan gejala yang lebih berat dibanding batuk pilek musiman.
Kementerian Kesehatan mencatat Influenza adalah virus yang menyerang sistem pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Virus ini terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu A, B, dan C.
Apa Itu Influenza A dan Bedanya dengan Flu Biasa
Influenza A dikenal sebagai penyebab wabah flu tahunan sekaligus pandemi global. Sementara Influenza B lebih sering memicu wabah lokal, dan Influenza C umumnya ringan serta tidak mewabah.
Perbedaan utama terletak pada tingkat keparahan dan kecepatan munculnya gejala. Flu biasa biasanya berkembang perlahan, sedangkan Influenza A bisa menyerang anak secara mendadak dalam hitungan jam.
Gejala Influenza A yang Perlu Ibu Waspadai
Demam tinggi menjadi tanda awal yang paling sering muncul. Suhu tubuh anak bisa melonjak cepat, disertai batuk dengan intensitas cukup berat.
Gejala lain meliputi sakit kepala, pegal dan nyeri otot, menggigil, serta badan lemas. Anak juga bisa mengalami sakit tenggorokan, hidung berair, dan hidung tersumbat.
Kombinasi gejala inilah yang membedakan Influenza A dari flu ringan. Jika anak tampak lemas berlebihan dan demamnya sulit turun, segera periksakan ke dokter.
Mengapa Anak Lebih Rentan Terkena Influenza
Influenza termasuk penyakit yang umum menyerang anak-anak. Sistem imun anak belum sepenuhnya matang, sehingga virus lebih mudah berkembang di saluran pernapasannya.
Risiko meningkat saat anak berada di lingkungan ramai, seperti sekolah, tempat bermain, atau daycare. Penularan terjadi lewat droplet saat anak batuk, bersin, atau menyentuh benda yang terkontaminasi.
Orang tua perlu waspada terutama bila anak mulai menunjukkan gejala serius. Jangan anggap remeh batuk berat yang disertai demam tinggi dan nyeri otot.
Langkah Pencegahan Influenza A di Rumah
Ajarkan anak mencuci tangan dengan sabun setelah bermain dan sebelum makan. Kebiasaan sederhana ini efektif menekan penyebaran virus di lingkungan keluarga.
Pastikan anak mendapat istirahat cukup dan asupan gizi seimbang. Bila ada anggota keluarga yang sakit, pisahkan alat makan dan hindari kontak terlalu dekat dengan anak.
Jaga sirkulasi udara rumah dengan membuka jendela secara berkala. Untuk perlindungan tambahan, konsultasikan dengan dokter mengenai vaksin influenza sesuai usia anak.
Kapan Harus Segera ke Dokter
Bawa anak ke dokter jika demam tinggi tidak turun dalam dua hingga tiga hari. Waspadai juga tanda sesak napas, bibir kebiruan, atau anak tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan.
Anak dengan kondisi khusus seperti asma atau penyakit jantung perlu penanganan lebih cepat. Jangan menunda pemeriksaan bila gejala memburuk dalam waktu singkat.
Mengenali gejala Influenza A lebih awal membantu ibu mengambil keputusan tepat. Dengan pencegahan rutin di rumah dan pemeriksaan cepat ke dokter, risiko komplikasi pada anak bisa ditekan.