Listrik

Harga Token Listrik Terbaru Februari 2026 dan Cara Mudah Hitung kWh Untuk Rumah Tangga

Harga Token Listrik Terbaru Februari 2026 dan Cara Mudah Hitung kWh Untuk Rumah Tangga
Harga Token Listrik Terbaru Februari 2026 dan Cara Mudah Hitung kWh Untuk Rumah Tangga

JAKARTA - Pelanggan prabayar PLN wajib memahami tarif listrik terbaru agar aliran listrik di rumah tetap menyala. Setiap pembelian token listrik akan dikonversi menjadi kilowatt hour (kWh), bukan sekadar nominal rupiah.

Jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token bervariasi untuk setiap pelanggan. Besaran kWh dipengaruhi tarif dasar listrik sesuai daya terpasang dan pajak penerangan jalan (PPJ) yang berbeda di tiap daerah.

Tarif Listrik Februari 2026 Tetap Sesuai Triwulan I

Harga token listrik pekan ini, 9–15 Februari 2026, masih mengacu pada tarif listrik Triwulan I-2026. Pemerintah memastikan tidak ada perubahan tarif listrik, termasuk untuk pelanggan nonsubsidi.

Tarif listrik nonsubsidi biasanya dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Evaluasi mempertimbangkan nilai tukar rupiah, inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), dan Harga Batubara Acuan (HBA).

Meskipun seharusnya ada penyesuaian, pemerintah memutuskan tarif listrik nonsubsidi tetap. “Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno.

Keputusan ini memberi kepastian bagi pelanggan rumah tangga. Mereka bisa merencanakan pembelian token listrik tanpa khawatir terjadi kenaikan harga mendadak.

Tarif Dasar Listrik Per kWh untuk Semua Golongan

Bagi pelanggan rumah tangga nonsubsidi prabayar, tarif dasar listrik per kWh untuk periode 9–15 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

900 VA (R-1/TR): Rp 1.352 per kWh

1.300 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh

2.200 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh

3.500–5.500 VA (R-2/TR): Rp 1.699,53 per kWh

6.600 VA ke atas (R-3/TR): Rp 1.699,53 per kWh

Dengan mengetahui tarif ini, pelanggan dapat memperkirakan jumlah kWh yang akan diperoleh dari nominal token listrik. Hal ini membantu mengatur konsumsi listrik rumah tangga secara lebih efektif.

Cara Menghitung kWh Dari Pembelian Token Listrik

Rumus untuk menghitung jumlah kWh yang didapat dari token listrik adalah:
(Harga token – PPJ) ÷ tarif dasar listrik.

Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga nonsubsidi di Jakarta dengan daya 1.300 VA membeli token Rp 20.000. PPJ 3 persen dari Rp 20.000 adalah Rp 600, sehingga sisa setelah PPJ adalah Rp 19.400.

Tarif dasar listrik untuk 1.300 VA adalah Rp 1.444,70 per kWh. Dengan rumus, jumlah kWh yang diperoleh pelanggan adalah Rp 19.400 ÷ Rp 1.444,70 ≈ 13,43 kWh.

Artinya, dengan pembelian token Rp 20.000, pelanggan akan menerima sekitar 13,43 kWh. Simulasi ini memudahkan perencanaan pemakaian listrik sehari-hari.

Manfaat Mengetahui Tarif Listrik dan kWh

Mengetahui tarif listrik dan kWh membantu pelanggan mengelola pengeluaran energi. Hal ini juga mendorong penggunaan listrik lebih efisien di rumah tangga.

Pelanggan dapat menyesuaikan pembelian token dengan kebutuhan listrik bulanan. Strategi ini dapat membantu menghindari kehabisan daya di tengah bulan.

Selain itu, informasi tarif listrik terbaru meningkatkan transparansi dalam sistem prabayar PLN. Pelanggan lebih mudah memahami besaran biaya yang mereka keluarkan.

Kebijakan tarif listrik yang tetap hingga Triwulan I-2026 diharapkan membantu masyarakat. Keputusan ini menjaga daya beli sekaligus meminimalkan risiko kenaikan biaya listrik mendadak.

Pelanggan prabayar PLN disarankan selalu memantau jumlah kWh yang tersedia. Dengan begitu, listrik di rumah dapat digunakan secara optimal tanpa gangguan.

Memahami harga token listrik dan cara perhitungan kWh juga penting bagi perencanaan anggaran rumah tangga. Pelanggan bisa menyesuaikan penggunaan listrik dengan jumlah kWh yang tersedia.

Pemerintah dan PLN terus berupaya memberikan kepastian tarif. Langkah ini menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi masyarakat dari fluktuasi harga energi global.

Dengan mengetahui tarif listrik terbaru, pelanggan dapat merencanakan pembelian token lebih efektif. Mereka juga dapat memanfaatkan listrik sesuai kebutuhan tanpa pemborosan.

Keberlanjutan sistem prabayar membutuhkan kesadaran pelanggan terhadap konsumsi listrik. Informasi tarif dan perhitungan kWh menjadi alat penting untuk mewujudkan penggunaan listrik yang efisien.

Pelanggan rumah tangga nonsubsidi kini dapat memanfaatkan tarif listrik tetap untuk mengatur keuangan. Dengan begitu, mereka tetap mendapat manfaat listrik tanpa harus menanggung biaya tambahan.

Pemahaman terhadap harga token listrik tidak hanya bermanfaat bagi rumah tangga. Ini juga membantu usaha kecil yang menggunakan listrik prabayar agar operasional tetap lancar.

Dengan simulasi perhitungan kWh, pelanggan dapat menentukan nominal token yang sesuai kebutuhan. Cara ini membantu meminimalkan risiko kehabisan listrik sebelum akhir bulan.

Secara keseluruhan, tarif listrik tetap hingga 15 Februari 2026 memberikan kepastian bagi pelanggan. Informasi ini menjadi panduan praktis untuk mengelola energi rumah tangga secara cermat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index