INA dan 5 Investor Negara Bentuk CAJIC, Wadah Investasi China-ASEAN

Sabtu, 19 September 2026 | 11:47:00 WIB

SUKSESFINANSIAL.ID — Indonesia Investment Authority (INA) bersama lima lembaga investasi negara lain resmi membentuk China-ASEAN Joint Investment Council (CAJIC). Forum ini diluncurkan di sela China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) ke-26 di Xiamen, China. Kolaborasi ini menyatukan modal, riset, dan jaringan antar-sovereign investor di koridor China-ASEAN.

China Investment Corporation (CIC) menjadi penggagas utama pembentukan CAJIC. CIC menggandeng CGS International Securities Pte. Ltd. sebagai Sekretariat, unit bisnis internasional China Galaxy Securities (CGS).

Selain INA, anggota pendiri CAJIC mencakup Government Pension Fund (GPF) Thailand, Khazanah Nasional Berhad Malaysia, State Oil Fund of The Republic of Azerbaijan (SOFAZ), dan Kumpulan Wang Persaraan (Diperbadankan) (KWAP) Malaysia. Keenam institusi ini menandatangani peluncuran secara bersama.

Apa Itu CAJIC dan Siapa Saja Anggotanya

CAJIC dirancang sebagai platform kerja sama antar-sovereign investor. Forum ini menjadi wadah bagi permodalan, pengetahuan, dan kepemimpinan antara China dan ASEAN.

Mekanisme kerjanya mencakup dialog berkala, forum tahunan, riset tematik, dan program pelatihan eksekutif. Tujuannya memperdalam pemahaman bersama, mengembangkan peluang investasi lintas negara, serta membentuk ekosistem investasi China-ASEAN yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Zhang Qingsong, Chairman dan CEO CIC, menyatakan optimismenya terhadap prospek jangka panjang kawasan ASEAN. CIC memandang kerja sama dengan lembaga investasi negara di kawasan ini penting untuk memperkuat ekosistem investasi lintas negara dan mendorong investasi dua arah.

Peran INA dan Nilai Kolaborasi

Oki Ramadhana, Ketua Dewan Direktur INA, menilai CAJIC sebagai platform kolaborasi berkelanjutan antara China dan ASEAN. Menurut dia, nilai CAJIC terletak pada kemampuannya menghubungkan institusi, gagasan, dan peluang.

"Dialog rutin dan riset bersama dapat mengurangi kesenjangan informasi, memperdalam pemahaman mengenai kondisi pasar lokal, serta membantu institusi mengidentifikasi keselarasan antara mandat dan kapabilitas masing-masing," tutur Oki.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini dapat memperkuat pipeline investasi dan membangun kemitraan tepercaya yang melampaui transaksi individual.

Wang Sheng, Chairman CGS, mengungkap CAJIC dapat memperluas peranan CGS International di koridor China-ASEAN. Ia menyebut CGS International siap menghadirkan riset, distribusi, dan jaringan lokal yang dibutuhkan para anggota pendiri.

"Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh CIC, GPF, INA, Khazanah, KWAP, dan SOFAZ, dan berharap dapat membangun CAJIC menjadi platform sovereign investor terdepan di koridor ini," ujar Wang Sheng.

Sektor yang Dibidik dan Komitmen Anggota

Soraphol Tulayasathien, Secretary-General GPF, menyebut CAJIC dapat menjadi platform untuk memperdalam dialog dan menilai peluang serta risiko secara lebih baik. GPF melihat peluang berkembang di sektor infrastruktur berkelanjutan, digitalisasi, advanced manufacturing, dan transisi rendah karbon.

Israfil Mammadov, CEO SOFAZ, menilai CAJIC sejalan dengan upaya pihaknya membangun kemitraan jangka panjang dengan institusi investasi negara terkemuka. Forum ini juga memperkuat keterlibatan SOFAZ di koridor investasi yang semakin penting.

"Council menjadi forum yang berharga bagi institusi sejenis untuk bertukar perspektif, memperkuat hubungan, dan menjajaki area kerja sama yang konkret," kata Israfil.

Dato' Amirul Feisal Wan Zahir, Managing Director Khazanah, menyatakan komitmennya memperkuat peran Malaysia sebagai gerbang tepercaya antara China, ASEAN, dan dunia. Caranya dengan menghubungkan modal, teknologi, talenta, dan pasar.

"Melalui CAJIC, kami menyambut baik kerja sama dengan institusi dengan visi serupa untuk memperkuat konektivitas regional, memperdalam kolaborasi investasi, dan mendukung kemakmuran jangka panjang di China dan ASEAN," tandasnya.

Pembentukan CAJIC menandai langkah konkret sovereign wealth fund dan dana pensiun negara dalam menyatukan strategi investasi lintas kawasan. Bagi Indonesia, keikutsertaan INA membuka akses lebih besar ke jaringan modal dan peluang proyek di koridor ekonomi China-ASEAN.

Terkini