Korlantas Polri

Korlantas Polri Gunakan Drone, ETLE, dan Body Cam Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

Korlantas Polri Gunakan Drone, ETLE, dan Body Cam Pantau Arus Mudik Lebaran 2026
Korlantas Polri Gunakan Drone, ETLE, dan Body Cam Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memanfaatkan teknologi modern untuk memantau arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026. Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa teknologi ini akan meningkatkan efektivitas pengawasan di jalan tol, arteri, dan pelabuhan.

“Kami akan pantau menggunakan ETLE, drone, dan bahkan ada body cam yang nanti akan menempel pada personel untuk melayani masyarakat,” ujarnya di Jakarta. Teknologi ini digunakan agar penanganan arus lalu lintas lebih cepat dan tepat sasaran.

Command Center sebagai Pusat Kendali dan Pemantauan

Agus menambahkan, Command Center KM 29 di Cikarang, Bekasi, menjadi pusat kendali untuk memantau kondisi jalan. Dari titik ini, pihak kepolisian bisa menentukan kapan rekayasa lalu lintas perlu dieksekusi saat terjadi kepadatan arus.

“Jadi, ketika nanti terjadi bangkitan arus, khususnya di jalan tol, kami bisa memantau di sini, kapan manajemen rekayasa lalu lintas itu akan dieksekusi,” jelasnya. Command Center ini memungkinkan respons cepat berbasis data real-time.

Penggunaan Radar dan Rekayasa Lalu Lintas Contraflow

Contohnya, jika terjadi lonjakan kendaraan di KM 47, radar akan menghitung volume kendaraan per jam. Apabila terdapat 5.500 kendaraan per jam berturut-turut, maka rekayasa lalu lintas contraflow akan langsung diterapkan.

Rekayasa lalu lintas ini bukan sekadar prediksi, melainkan berdasarkan kondisi nyata yang terpantau di lapangan. Strategi ini membantu mencegah kemacetan parah selama puncak arus mudik dan balik.

Drone Patroli dan Body Cam untuk Penindakan dan Pelayanan

Selain radar, Korlantas juga memanfaatkan Drone Patroli Presisi untuk memantau arus lalu lintas dan menindak pelanggaran. Drone ini memungkinkan pengawasan dari udara sehingga lebih cepat mengetahui kondisi di berbagai titik rawan kemacetan.

Personel Korlantas juga dilengkapi 30 body cam untuk patroli langsung di lapangan. “Body cam digunakan untuk mengimbau masyarakat di bahu jalan tol, memberikan makanan atau snack, dan memastikan mereka berjalan dengan aman,” ujar Agus.

Persiapan Operasi Ketupat 2026 Secara Nasional

Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan 161.243 personel gabungan untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik.

Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama Ramadan dan Idul Fitri.

Fokus Pengamanan pada Objek Vital dan Lokasi Umum

Pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara. Strategi ini bertujuan untuk mencegah gangguan dan memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman.

Pengawasan intensif ini memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan dengan nyaman dan lancar. Dengan teknologi dan personel yang tersebar, Korlantas mampu mengelola arus lalu lintas secara terintegrasi.

Manfaat Teknologi bagi Masyarakat dan Pengendara

Penggunaan ETLE, drone, dan body cam tidak hanya untuk pengawasan, tetapi juga untuk pelayanan masyarakat. Pengemudi dapat menerima bantuan cepat jika terjadi kepadatan, serta mendapatkan panduan langsung dari personel Korlantas.

Teknologi ini juga meningkatkan transparansi dalam pengelolaan lalu lintas. Setiap tindakan kepolisian tercatat secara digital, sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat lebih terjamin.

Integrasi Data Real-Time untuk Penanganan Cepat

Command Center dan berbagai teknologi pendukung memungkinkan integrasi data real-time. Hal ini mempermudah keputusan cepat, termasuk penerapan contraflow, pengaturan pos layanan, dan pemantauan titik-titik rawan kemacetan.

Dengan pemanfaatan data secara maksimal, kepolisian dapat mengantisipasi lonjakan arus kendaraan lebih efektif. Sistem ini mendukung strategi pengendalian lalu lintas yang proaktif dan berbasis bukti.

Pandangan Masa Depan Operasi Ketupat Berbasis Teknologi

Agus Suryonugroho menekankan pentingnya teknologi dalam operasi lalu lintas modern. Inovasi ini menjadi langkah strategis untuk menjadikan pengelolaan arus mudik dan balik lebih efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Korlantas berharap penerapan teknologi terus dikembangkan dan diperluas pada setiap operasi mendatang. Dengan dukungan teknologi dan personel terlatih, Operasi Ketupat dapat menjadi contoh pengelolaan arus lalu lintas berbasis digital di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index