IHSG

IHSG Naik 1,22 Persen ke 8.031, Investor Asing Jual Bersih Rp721,54 Miliar

IHSG Naik 1,22 Persen ke 8.031, Investor Asing Jual Bersih Rp721,54 Miliar
IHSG Naik 1,22 Persen ke 8.031, Investor Asing Jual Bersih Rp721,54 Miliar

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik pada awal pekan menunjukkan dinamika yang menarik untuk dicermati. Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menutup perdagangan dengan penguatan signifikan setelah sempat tertekan pada akhir pekan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, IHSG ditutup menguat 1,22 persen ke level 8.031,87. Kenaikan ini sekaligus membalikkan tren pelemahan yang terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya.

Penguatan indeks mencerminkan optimisme pelaku pasar domestik. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pergerakan investor asing.

Di tengah reli IHSG, investor asing justru membukukan aksi jual bersih. Total nilai net sell asing tercatat cukup besar di seluruh pasar.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp721,54 miliar. Angka ini menunjukkan adanya perbedaan strategi antara investor domestik dan asing.

Penjualan bersih tersebut terbagi di beberapa segmen pasar. Di pasar reguler, net sell asing tercatat sebesar Rp599,51 miliar.

Sementara itu, di pasar negosiasi dan tunai, penjualan bersih asing mencapai Rp122,02 miliar. Meski demikian, tekanan jual asing tidak mampu menahan laju penguatan indeks.

Kondisi ini mengindikasikan adanya sokongan kuat dari investor domestik. Minat beli pada saham-saham tertentu mampu menjaga pergerakan IHSG tetap positif.

Perbedaan Arah Investor Asing dan Domestik di Awal Pekan

Fenomena IHSG menguat di tengah aksi jual asing bukanlah hal baru di pasar modal. Situasi ini kerap mencerminkan selektivitas investor dalam memilih saham.

Meski secara agregat asing mencatatkan net sell, tidak semua saham dilepas. Beberapa emiten justru menjadi sasaran pembelian bersih investor asing.

PT Aneka Tambang Tbk. menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada perdagangan tersebut. Nilai net foreign buy pada saham ini mencapai Rp117,06 miliar.

Di posisi berikutnya, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. juga mencatatkan minat beli asing yang cukup besar. Nilai pembelian bersih asing pada saham BUVA mencapai Rp84,90 miliar.

PT Darma Henwa Tbk. turut masuk dalam daftar saham favorit asing. Saham DEWA mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp57,19 miliar.

Selain itu, terdapat beberapa emiten lain yang juga mencatatkan net foreign buy signifikan. Pergerakan ini menunjukkan fokus asing pada sektor dan saham tertentu.

Aktivitas beli asing pada saham-saham tersebut turut memberikan sentimen positif. Aliran dana selektif ini membantu menopang pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Meskipun terjadi tekanan jual di pasar reguler, minat beli pada saham tertentu mampu menyeimbangkan pasar. Hal ini menciptakan dinamika perdagangan yang cukup solid.

Daftar Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar Hari Ini

Berikut adalah sepuluh saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar pada perdagangan Selasa. Data ini memberikan gambaran saham mana saja yang menjadi incaran investor asing.

NoEmitenNilai Net Foreign Buy
1PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)Rp117,06 miliar
2PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA)Rp84,90 miliar
3PT Darma Henwa Tbk. (DEWA)Rp57,19 miliar
4PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)Rp53,24 miliar
5PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI)Rp48,95 miliar
6PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA)Rp44,38 miliar
7PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA)Rp40,36 miliar
8PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)Rp30,39 miliar
9PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT)Rp28,97 miliar
10PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA)Rp28,35 miliar

Daftar tersebut menunjukkan dominasi saham sektor tambang dan properti. Minat asing pada sektor ini terlihat cukup konsisten.

Saham-saham berbasis komoditas kembali mendapat perhatian seiring pergerakan harga global. Kondisi ini turut memengaruhi strategi alokasi dana investor.

Aktivitas Perdagangan dan Kinerja Sektoral

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi pada hari itu tergolong tinggi. Total nilai transaksi mencapai Rp17,87 triliun.

Volume perdagangan juga terbilang besar dengan total 40,69 miliar saham berpindah tangan. Jumlah transaksi tercatat sebanyak 2,27 juta kali.

Secara keseluruhan, mayoritas saham bergerak di zona hijau. Tercatat 433 saham mengalami kenaikan harga.

Di sisi lain, sebanyak 252 saham ditutup melemah. Sementara itu, 136 saham lainnya bergerak stagnan.

Penguatan IHSG didorong oleh mayoritas sektor perdagangan yang mencatatkan kenaikan. Sektor energi menjadi salah satu penopang utama.

Selain energi, sektor barang baku juga mencatatkan apresiasi yang cukup kuat. Sektor properti turut berkontribusi terhadap penguatan indeks.

Namun, tidak semua sektor bergerak positif. Sektor kesehatan dan sektor finansial tercatat mengalami tekanan.

Tekanan pada dua sektor tersebut menahan laju kenaikan indeks agar tidak lebih tinggi. Meski demikian, kontribusi sektor lain mampu menjaga IHSG tetap menguat.

Peran Saham Konglomerasi dalam Mendorong IHSG

Saham-saham milik kelompok konglomerasi turut memainkan peran penting dalam pergerakan indeks. Beberapa emiten besar menjadi penyumbang poin indeks terbesar.

Emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas menjadi kontributor utama penguatan IHSG. Saham DSSA mencatatkan kenaikan signifikan dan memberi dorongan besar pada indeks.

Selain itu, saham tambang emas Grup Saratoga juga memberikan kontribusi berarti. Saham EMAS mencatatkan lonjakan harga yang cukup mencolok.

Grup Bakrie melalui saham tambang emasnya juga ikut menopang indeks. Saham BRMS mencatatkan penguatan yang solid sepanjang perdagangan.

Tidak hanya itu, beberapa saham lain juga mencatatkan kenaikan signifikan. Saham DCII, AMMN, dan MDKA menjadi bagian dari penggerak indeks.

Saham PANI, AMRT, BUVA, dan BUMI juga turut menguat dan menopang IHSG. Penguatan kolektif ini menciptakan sentimen positif di pasar.

Beberapa saham bahkan mencatatkan lonjakan harga dua digit. Saham EMAS naik sebesar 15 persen pada perdagangan tersebut.

Saham RATU mencatatkan kenaikan sebesar 13 persen. Saham PANI juga melonjak hingga 10 persen.

Sementara itu, saham DSSA menguat sekitar 9 persen. Saham DEWA naik sebesar 8 persen, disusul BRMS dan MDKA yang masing-masing naik 7 persen.

Saham BUMI juga mencatatkan penguatan sekitar 6 persen. Kenaikan harga saham-saham ini mempertegas dominasi sektor tambang dalam pergerakan IHSG.

Kesimpulan Pergerakan Pasar Saham Hari Ini

Penguatan IHSG pada awal pekan menunjukkan daya tahan pasar domestik. Aksi beli investor lokal mampu mengimbangi tekanan jual dari investor asing.

Selektivitas investor asing terlihat dari minat beli pada saham tertentu. Fokus pada sektor tambang dan properti menjadi sorotan utama.

Aktivitas perdagangan yang tinggi mencerminkan antusiasme pasar. Pergerakan saham-saham unggulan turut memperkuat sentimen positif.

Meski masih terdapat tekanan di beberapa sektor, mayoritas sektor berhasil menguat. Hal ini menjaga IHSG tetap berada di zona hijau.

Ke depan, pergerakan pasar akan tetap dipengaruhi oleh dinamika global dan domestik. Investor diharapkan tetap mencermati pergerakan sektor unggulan secara selektif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index